Sejak akhir Februari, jumlah kapal yang melintas dilaporkan menurun drastis. Kondisi ini diperparah oleh serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk, yang meningkatkan ketidakpastian pasokan.
Badan energi internasional bahkan menyarankan langkah ekstrem, seperti pengurangan mobilitas dan peningkatan kerja jarak jauh, guna menekan konsumsi bahan bakar. Di beberapa negara, kebijakan efisiensi energi mulai diterapkan secara darurat.
Para analis memperingatkan bahwa jika situasi berlanjut, dunia bisa menghadapi krisis biaya hidup baru. Kenaikan harga energi akan berdampak langsung pada inflasi, terutama di negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak.