Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Blokade Selat Hormuz telah menyebabkan lonjakan harga energi, memicu tekanan biaya hidup di berbagai negara. Sejumlah negara mulai mengambil langkah darurat, termasuk pengurangan hari kerja dan dorongan kerja dari rumah untuk menghemat energi.
Para ahli menilai krisis ini berpotensi memicu gelombang inflasi baru, mirip dengan dampak perang Ukraina sebelumnya. Kenaikan biaya energi diprediksi akan merambat ke sektor lain, termasuk transportasi dan kebutuhan pokok.
Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada keamanan global, tetapi juga langsung menyentuh stabilitas ekonomi masyarakat dunia.