Peringatan Akademisi: Dunia Menuju Krisis Inflasi Baru akibat Perang Energi

Sejumlah pakar energi memperingatkan bahwa konflik Iran berpotensi memicu krisis inflasi global baru. Dr. Adi Imsirovic dari University of Oxford menyebut bahwa harga minyak yang sampai ke konsumen jauh lebih tinggi dari yang tercermin di pasar.



Ketidaksesuaian ini menunjukkan adanya tekanan tersembunyi dalam rantai distribusi energi. Kenaikan harga di tingkat hulu akan berdampak berlipat di tingkat konsumen.

Di Inggris, misalnya, tagihan energi diperkirakan meningkat hingga £300 dalam waktu dekat. Kondisi ini mengingatkan pada dampak ekonomi pasca perang Ukraina yang sempat mengguncang stabilitas keuangan rumah tangga.

Para ahli menilai, tanpa adanya sinyal berakhirnya konflik, pasar akan terus berada dalam tekanan. Investor dan pelaku industri cenderung menahan diri, yang pada akhirnya memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Posting Komentar